Jumat, 25 Januari 2013
Sepi … sendu …
Dedaunan pun berjatuhan Secepat angin berhembus
Suara burung berkicuan . . .
Ikut bernyanyi mengiringi sepinya
pagi
Embun pagi menyisakan kedinginan
menusuk sendi
Terasa sesak alunan nafasku
Fajar mulai menjemput impian
Perlahan sang surya merayap dari
kebisuan
Menyisakan kehangatan yang tak
tergantikan
Meenerangi mimpi dan angan-angan
Buatku mengukir tanya dalam benakku
Apakah esok kan ku jelang sinarnya
lagi?”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar